Halaman

Jumat, 19 Maret 2010

Cara Kerja Roket Padat

Walaupun prinsip kerja roket cair dan roket padat sama yakni menggunakan hukum Newton III dimana reaksi menghasilkan aksi tetapi dilihat dari bentuk bahan bakar (Propellant) sangat berbeda. Jika pada roket cair (liquid propellant) bekerja dengan cara mempompa oksigen dan fuel cair (seperti : Liquid oxygen, nitricalid, nitrogen tetroxide, hydrazine, alcohol, liquid hydrogen, RP-Kerosene dan aniline) ke dalam ruang pembakaran (combustion chamber) dengan menggunakan pompa turbo (turbo pump) yang dihasilkan dari turbin gas yang berputar sangat cepat sehingga oksigen dan fuel cair menghasilkan tekanan tinggi di dalam ruang pembakaran yang kemudian tekanan gas panas menghasilkan semburan gas panas yang selanjutnya melewati nozzle yang akan menambah kecepatan semburan gas panas dan akhirnya semburan gas panas melewati mulut nozzle untuk terlepas ke udara sebagai gaya dorong sehingga roket dapat terangkat ke atas. Pada roket berbahan bakar padat (solid propellant) dimana roket padat memamfaatkan raksi kimia dari beberapa komposisi bahan kimia (seperti : KNO3, Sorbitol, Ammonium nitrat, NaNO3, Glukosa, Aspal, dan HTPB) yang terbakar sangat cepat sebagai energi gaya dorong pada roket padat tersebut. Bahan bakar roket padat disimpan pada tabung motor roket dengan cara mencetak bahan bakar tersebut dan dibuat sebuah rongga tepat ditengah-tengah cetakan hingga membentuk lubang yang panjang sampai ke bagian atas. Rongga atau lubang silinder tersebut dinamakan combustion chamber yang berfungsi agar bagian bahan bakar menjadi lebih banyak terbakar sehingga daya dorong menjadi lebih besar yang proses pembakarannya mulai dari tengah yakni rongga ke arah samping bukan dari bawah ke atas jadi untuk memulai membakar bahan bakar padat harus pada bagian dalam atas rongga. Kesimpulannya adalah makin besar diameter tabung motor roket maka makin lama pembakaran yang terjadi sehingga roket dapat mengjagkau jarak maksimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar